Rapuh dan Jujur…

Rapuh…Bak! Buk! Bak! Buk!…rasanya kayak
digebukin…tapi apakah itu salah…bahwa setiap manusia punya sisi melankolis tentang
kerinduan yang terkadang secara jujur muncul dikala kesendirian menerpa
seseorang…

Dimana orang itu sekarang menyadari bahwa
yang namanya being lonely itu sangat tidak mengenakkan. Dimana sebuah
kebersamaan yang telah terjalin selama ini, setiap detik demi detik jam demi
jam hari demi hari selalu dihabiskan bersama…Tetapi untuk sementara hal itu
tercerabut semua ke akar-akarnya…Apakah itu membuat orang menjadi rapuh???

Saya rasa tidak…bukan rapuh yang terjadi di
sini…tetapi tahap adaptasi dan tahap kejujuran pada diri sendiri…bahwa manusia
itu paling tidak suka berada dalam kesendirian yang hampa. Dikala suka duka
dibagi bersama setiap waktu…Sekarang semuanya terasa egois…Sekarang semua
begitu terbuka…begitu jujur terhadap diri sendiri…

 

Soundtrack: Dygta,

Ada

Band, Dewa, & Kahitna

Comments: “Rapuh enteee???”

Another Comments: “Bangsat! Peduli Setan…Just be
My Self…”

3 Responses to “Rapuh dan Jujur…”

  1. nadia Says:

    saya stuju, yo… bukan rapuh memang itu namanya…. masa adaptasi (baru ditinggal 3 hari kan ya..?) dengan duduk di depan komputer, merem2 sambil nyanyiin lagu kahitna, kadang2 melek dengan mata menerawang dibilang rapuh?? huahuahuahauhaua… boleh diemailin nggak nih…? ;)

  2. koSa Says:

    itu namanya ujian…

  3. Abra Says:

    Kalo tau2 jadi sendiri, kan kesempatan untuk melakukan hal2 yang biasanya tidak pernah sempat dicoba. Do new things, meet new people, say hi to those you always see but never approach.

    Sooner or later loneliness will happen, and it will stay or gone depending on what you do when that happens

    (Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…..)

Leave a Reply