Ketulusan…
Manusia
terkadang berada dalam situasi yang tidak kondusif dalam hidupnya…Sebagai
mahluk sosial kadang kita harus berkompromi dengan manusia lain dalam hidup
ini. Pada fase kompromi itulah kadang kita susah untuk membuat apa yang kita
lakukan menjadi benar dan sesuai di mata orang lain…Sesuai dengan apa yang
berlaku secara umum dan naïf dalam norma-norma kehidupan sosial masyarakat…
Terkadang kita
terbentur dengan situasi dimana apa yang kita lakukan dianggap salah dianggap
tidak tulus oleh orang lain…dianggap bahwa semua yang kita lakukan mengandung
unsur dagang…untung rugi menjadi pertimbangan dalam dunia yang materialistik
ini…Orang terkadang melihat bahwa apabila kita berbuat baik kita harus mendapat
hasil yang baik, bahkan lebih baik lagi daripada perbuatan yang telah kita
perbuat…
Apakah paradigma
ketulusan sudah begitu tinggi untuk digapai? Sehingga setiap orang menganggap
semua tindakan tidak ada yang tulus? Mungkin mereka menganggap ketulusan
terakhir terjadi pada masa lampau masa dimana umur peradaban manusia masih
sangat muda dan polos…
Sebagai prinsip
dari ketulusan itu sendiri dimana kita tidak berharap imbalan dari apa yang
kita perbuat…maka seharusnya sikap nerimo, legowo, dan pasrah sudah menjadi
bagian dari usaha yang kita lakukan…Tanpa berharap mendapat suatu imbalan dari
usaha maksimal yang kita perbuat sudah menjadi suatu keharusan…Usaha sekeras
apapun untuk membuktikan bahwa kita tulus tidak akan pernah dianggap oleh
manusia yang sudah terlanjur teracuni oleh dogma materialistik dunia ini…Mereka
akan terus mencari kesalahan mencoba mencari motivasi negatif apa yang terdapat
dalam tindakan kita itu…
Pembuktian..bukan
janji semata yang harus kita berikan. Dengan adanya pembuktian maka setidaknya
orang dapat melihat sejauh dan sesungguh apa kita dalam melakukan perbuatan
itu. Harapan…bahwa harapan itu harus tetap ada berharap bahwa ada orang yang
mampu melihat dari sudut pandang yang sama dengan kita…meskipun itu
sulit…setidaknya kita telah berharap…Kalaupun harapan itu tidak terwujud kita
kembalikan bahwa apa yang kita lakukan itu berasal dari lubuk hati kita yang
paling dalam, yang melakukan semua itu dengan tulus ikhlas…tanpa beban…
July 20th, 2006 at 12:26 am
Emang lebih gampang tidak percaya ama orang dan menilai pasti ada maunya. But time will tell, sebelum itu… jangan berpikir pasti niatnya jelek… just keep in mind that it’s possible just so you can prevent it without thinking that it’s the absolute truth without proof. Why? Because if you believe it’s the truth, it will become true… just as you wish it