Archive for July, 2006

Kebumen ku sayang Kebumen ku malang…

Tuesday, July 18th, 2006

Kebumen oh
Kebumen…

 

Kabupaten
Kebumen adalah

kota

kecil di selatan pantai jawa
berjarak sekitar 120 km arah barat

Yogyakarta

.

Kebumen
Beriman…begitu semboyan

kota

itu…Bersih Indah Aman dan Nyaman…

Tapi apa yang
terjadi…Pada hari Senin 17-07-2006 alam sekali lagi murka terhadap umat
manusia…Tsunami telah meluluhlantakkan pantai Ayah, Lohgending, dan
Petanahan…Begitu banyak manusia yang jadi korban akan kemurkaanmu…Sehingga
slogan Kebumen Beriman menjadi hilang tak berbekas tanpa makna…Kenapa? Kenapa
terhadap Kebumenku yang begitu aku cintai…dimana banyak kenangan indah yang
tercipta di

kota

itu ketika aku berada disana…Masyarakat yang begitu guyub dengan semangat
kebersamaan dan gotong royongnya…Yang rela hidup dalam kesederhanaan..

Kebumen tempat
kami berasal dan pada Kebumenlah kami kembali ketika harus bersilaturahmi
dengan keluarga di saat lebaran…Pada Kebumen pula kami bersandar atas
harapan-harapan dan usaha kami demi terciptanya citra Kebumen yang maju tidak
hanya terkenal sebagai penghasil PRT belaka…

Tidak hanya gaya
tata bahasa yang banyak orang anggap itu sebagai lelucon belaka…Pelawak-pelawak
sial yang selalu membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu dari gaya bahasa banyumasan
atau yang lebih dikenal dengan “ngapak-ngapak” tersebut…Sehingga keberadaannya
semakin tergerus oleh kemajuan zaman…Karena generasi muda enggan lagi untuk
menggunakannya…”Malu ah…Ntar disangka mau ngelawak lagi”…Begitu picik
pandanganmu atas keberagaman budaya bangsa…

Kebumen kau
berada di himpitan kemajuan jaman yang terus menghimpitmu…Kau menjadi kurang
berdaya karena keterbatasan kemampuan sumber daya mu..sumber daya alam begitu
habis dieksploitasi

sana

sini oleh para oknum tidak bertanggung jawab …belum lagi sumberdaya manusia
yang terbatas dari sisi kualitas dan moral sehingga kau begitu terlambat untuk
tumbuh dan berkembang…Tumbuh dan berkembang untuk menjadi Kebumen yang Maju
Kebumen yang Jaya…

Sekarang…roda
kehidupan itu hampir kembali di titik nol ketika alam juga ikut membantu
kemunduran dirimu…Hanya Doa, Usaha, dan Harapan yang dapat membuatmu bangkit
untuk menyongsong hari esok yang lebih baik dengan gilang gemilang…

Kebumen
bangkitlah dari keterpurukanmu…

 

PS:
Mengheningkan cipta dimulai…untuk mendoakan para korban semoga mereka tetap
tabah akan cobaan ini dan yang meninggal dapat diterima di sisi-Nya. Amin

 

Ketulusan…

Tuesday, July 18th, 2006

Manusia
terkadang berada dalam situasi yang tidak kondusif dalam hidupnya…Sebagai
mahluk sosial kadang kita harus berkompromi dengan manusia lain dalam hidup
ini. Pada fase kompromi itulah kadang kita susah untuk membuat apa yang kita
lakukan menjadi benar dan sesuai di mata orang lain…Sesuai dengan apa yang
berlaku secara umum dan naïf dalam norma-norma kehidupan sosial masyarakat…

Terkadang kita
terbentur dengan situasi dimana apa yang kita lakukan dianggap salah dianggap
tidak tulus oleh orang lain…dianggap bahwa semua yang kita lakukan mengandung
unsur dagang…untung rugi menjadi pertimbangan dalam dunia yang materialistik
ini…Orang terkadang melihat bahwa apabila kita berbuat baik kita harus mendapat
hasil yang baik, bahkan lebih baik lagi daripada perbuatan yang telah kita
perbuat…

Apakah paradigma
ketulusan sudah begitu tinggi untuk digapai? Sehingga setiap orang menganggap
semua tindakan tidak ada yang tulus? Mungkin mereka menganggap ketulusan
terakhir terjadi pada masa lampau masa dimana umur peradaban manusia masih
sangat muda dan polos…

Sebagai prinsip
dari ketulusan itu sendiri dimana kita tidak berharap imbalan dari apa yang
kita perbuat…maka seharusnya sikap nerimo, legowo, dan pasrah sudah menjadi
bagian dari usaha yang kita lakukan…Tanpa berharap mendapat suatu imbalan dari
usaha maksimal yang kita perbuat sudah menjadi suatu keharusan…Usaha sekeras
apapun untuk membuktikan bahwa kita tulus tidak akan pernah dianggap oleh
manusia yang sudah terlanjur teracuni oleh dogma materialistik dunia ini…Mereka
akan terus mencari kesalahan mencoba mencari motivasi negatif apa yang terdapat
dalam tindakan kita itu…

Pembuktian..bukan
janji semata yang harus kita berikan. Dengan adanya pembuktian maka setidaknya
orang dapat melihat sejauh dan sesungguh apa kita dalam melakukan perbuatan
itu. Harapan…bahwa harapan itu harus tetap ada berharap bahwa ada orang yang
mampu melihat dari sudut pandang yang sama dengan kita…meskipun itu
sulit…setidaknya kita telah berharap…Kalaupun harapan itu tidak terwujud kita
kembalikan bahwa apa yang kita lakukan itu berasal dari lubuk hati kita yang
paling dalam, yang melakukan semua itu dengan tulus ikhlas…tanpa beban…

Ketidakpastian…

Sunday, July 9th, 2006

Ketidakpastian…Mengapa
di dunia ini semua begitu relatif , sangat jarang hal didunia ini yang bersifat
pasti, sampai ilmu pengetahuan pun yang dibilang ilmu pasti saya yakin semuanya
itu relatif karena masih terus berkembang sesuai kemajuan manusia dan peradaban
itu sendiri…

Ada


orang yang senang dengan ketidakpastian…penjudi, petaruh, dan spekulan semua
adalah orang-orang yang merasa adrenalinnya terpancing akan ketidakpastian dan
mencoba untuk mengambil keuntungan dan kesempatan dari ketidakpastian itu…

Kenapa
ketidakpastian begitu menarik? Apakah karena ketidakpastian itu seru…Atau…dengan
adanya ketidakpastian semuanya menjadi rancu tidak bisa dipetakan sehingga
orang akan merasa mudah untuk bermanuver dalam hidupnya dalam ombang-ambing
ketidakpastian itu?  Apakah orang akan
merasa aman dengan ada ketidakpastian, menganggap tidak ada yang dikejar dalam
hidup, gampang untuk melarikan diri dari tanggung jawab, dan cenderung untuk
lebih mudah meminta maaf?

‘Ah gak janji
deh sobbb, tapi pasti gw coba bantu deh…” sehingga orang diberi harapan dalam
dunia yang tidak terukur..dunia yang tidak pernah punya kepastian…

Apakah susah
memberi kepastian dalam dunia ini? Apakah orang takut untuk memberi janji, atau
nilai janji sudah terlalu dianggap suci dan menakutkan sehingga orang menjadi
takut dan gamang untuk menggunakannya…

Dunia ini memang
tidak pasti…Tapi itu yang membuat dunia ini menjadi menarik bukan??? Penuh
dengan letupan-letupan kejutan yang membuat hidup itu makin bermakna sehingga
kita lebih mengahargai hidup…kadang kita senang oleh kejutan kadang kita dibuat
sedih oleh kejutan. Dan itulah hidup….penuh ketidakpastian…penuh kejutan…Semua
apabila pasti, sudah terukur, terlalu rapi terjadwal akan sangat terasa membosankan…tidak
ada tantangan dalam kehidupan ini…padahal manusia butuh tantangan untuk berusaha
memacu potensi dirinya sampe ke titik nadir…

Selamat menantikan kejutan kawan dalam hidup
yang penuh ketidakpastian ini…semua yang terbaik saya harapkan untuk anda semua…Semoga
anda mendapatkan kejutan yang baik dalam ketidakpastian itu…

Menunggu…

Sunday, July 9th, 2006

Menunggu…Kenapa
harus ada kata menunggu di setiap aspek kehidupan? Apakah dengan menunggu semua
bisa dipersiapkan dengan baik? Sehingga setelah penantian itu berakhir kita
akan mendaat hasil yang sesuai kita inginkan? Atau malah kecewa yang teramat
sangat? Sudah terlalu letih untuk meninggu tetapi hasil yang diharapkan terlalu
standard…Atau malah jauh dari harapan…Mengecewakan…

Menunggu sih enak
saja kalau yang kita tunggu memang sudah pasti hak kita…sesuai dengan yang kita
inginkan…dan waktu dari kedatangannya begitu tepat…Sehingga kita tidak harus
menunggu, menunggu dan menunggu terus sepanjang waktu…

Apakah hidup di
dunia itu juga misi terbesarnya adalah menunggu? Kita dilahirkan untuk berktivitas,
berkarir, dan kegiatan lain manusia hanya sebagai pengisi waktu luang saja
dalam kehidupan yang fana ini? Sehingga dunia hanyalah sebagai halte yang besar
yang lengkap dengan tempat bermain bagi manusia untuk berpndah ke alam selanjutnya…Atau
di alam selanjutnya hanya merupakan halte lagi? Sebagai siklus penantian yang
tiada akhir…Tiada yang tau…

Tidak ada
manusia yang tidak pernah menunggu…Semua pernah dalam situasi menunggu baik
menunggu dengan kepastian ataupun menunggu dengan ketidakpastian…Yah, untuk
menunggu dangan ketidakpastian memang menyebalkan, kadang kita juga terbutakan
oleh harapan-harapan semu yang membuat akan semakin kecewa apabila
harapan-harapan itu tidak terbukti…Maka dari itu pergunakan waktu menunggu anda
sebaik mungkin, selalu sibukan diri anda dengan aktivitas apapun juga yang
dapat mengembangkan diri anda, sehingga ada dimensi waktu yang termanipulasi
akibat kesibukan kita itu dan jangan pernah berhenti berharap bahwa penantian
anda dalam menunggu itu akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi anda…tentunya
dengan usaha yang anda hasilkan pula dalam menunggu…

Selamat menunggu
kawan…

Rapuh dan Jujur…

Wednesday, July 5th, 2006

Rapuh…Bak! Buk! Bak! Buk!…rasanya kayak
digebukin…tapi apakah itu salah…bahwa setiap manusia punya sisi melankolis tentang
kerinduan yang terkadang secara jujur muncul dikala kesendirian menerpa
seseorang…

Dimana orang itu sekarang menyadari bahwa
yang namanya being lonely itu sangat tidak mengenakkan. Dimana sebuah
kebersamaan yang telah terjalin selama ini, setiap detik demi detik jam demi
jam hari demi hari selalu dihabiskan bersama…Tetapi untuk sementara hal itu
tercerabut semua ke akar-akarnya…Apakah itu membuat orang menjadi rapuh???

Saya rasa tidak…bukan rapuh yang terjadi di
sini…tetapi tahap adaptasi dan tahap kejujuran pada diri sendiri…bahwa manusia
itu paling tidak suka berada dalam kesendirian yang hampa. Dikala suka duka
dibagi bersama setiap waktu…Sekarang semuanya terasa egois…Sekarang semua
begitu terbuka…begitu jujur terhadap diri sendiri…

 

Soundtrack: Dygta,

Ada

Band, Dewa, & Kahitna

Comments: “Rapuh enteee???”

Another Comments: “Bangsat! Peduli Setan…Just be
My Self…”

Petuah Bijak

Tuesday, July 4th, 2006

Sebuah lagu dari Dewa 19 yang masih digawangi oleh vokalis Ari Lasso di Album Pandawa Lima…Mengandung nasihat yang sangat baik buat kita sebagai manusia untuk selalu menjadi yg terbaik meskipun itu sulit…Lirik ini kupersembahkan buat semua orang yang ada diluar sana…saudara, sahabat, teman dan lain2…dinikmati ya…

Sahabat kucoba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satupun yang berarti

Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu

Reff :
Hari ini terlalu indah
Untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya
Sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa - sisa umur

Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Back to Reff :

Terangkan hari Tegakkan langkahmu
Sinari cita, Tancapkan asa,
Lepaskan diri Dari belenggu ini