Serahkan Pada Ahlinya!!!

November 2nd, 2007 by pencerahanjiwa

Apa kabar pembaca setia blog ku sekalian??? Wah…sudah lama (setahun lebih) juga ya penulis tidak memperbaharui isi dari blog gak jelas bin gak penting ini…Hehehe…Maklum…Biasa alasan klise penulis… Ketika waktu ada, mood tidak mendukung tapi, ketika mood ada waktunya yang nggak ada entah kemana…Ya begitulah manusia selalu beralasan agar merasa dirinya selalu benar…Tetapi penulis memohon maaf (masih terhitung bulan Syawal neh…) sebesar-besarnya buat para pembaca setia blog saya (kalau ada) atas keterlambatan update ini… :) nobody perfect kan…

Apa yang membuat penulis tiba-tiba ingin sekali menuliskan buah pikirannya sekarang? Mungkin ini awalnya berdasarkan pengalaman penderitaan penulis sendiri yang mengalami kehidupan di jalanan Jakarta berkalang kemacetan mulai dari pagi siang sore malem (wah…kayak restoran padang aja…Hahaha!!!) …Benar-benar memuakkan….bahasa kunci bin canggihnya adalah city mismanagement….(mudah-mudahan pembaca sekalian tidak bosan dengan topik yang ini…) Tapi ini sudah benar-benar off the limit yang akhirnya membuat saya tergugah untuk menuliskan mengenai topik yang seharusnya bukan menjadi konsen dalam blog saya ini…

Sebagai awal dari pembahasan tentang masalah ini…
Buat sebagian pembaca yang tinggal di Jakarta atau di seputaran Jakarta seperti penulis, beberapa bulan yang lalu pasti masih mengingat janji manis salah satu pasangan pilkada DKI yang akhirnya memenangkan pilkada dengan slogannya…”Serahkan Pada Ahlinya…” Nah kontrasnya (yg membuat penulis tergugah) penulis membaca detiknews.com pagi ini dan mendapati pernyataan seperti ini….

Detiknews.com:
02/11/2007 10:00 WIB
Prijanto Prioritaskan Atasi Banjir Ketimbang Macet
Nadhifa Putri - detikcom

Jakarta - Di antara masalah banjir, macet dan sampah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto lebih mengutamakan penanganan banjir. Bagi Prijanto, macet itu penyakit wong sugih.

“Macet itu penyakitnya orang sugih (kaya). Kalau macet ya di dalam mobil AC. Saya nanya ke anak saya, ada yang bermalam nggak di jalan kalau macet. Nggak. Berarti ya sampai rumah semua,” kata Prijanto yang langsung disambut geerrr pejabat Pemprov DKI Jakarta dan wartawan.

Hal ini disampaikan Prijanto di sela-sela meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2007).

Pertanyaan saya…apakah pantas pernyataan itu??? Maaf aja kalau saya langsung tidak dapat menerima pernyataan seperti itu… ironinya itu disambut tawa oleh orang-orang yang menganggap itu lucu…ada perbedaan yang sangat tipis mengenai lucu dan tragis dari masalah ini…Lucu karena ada orang bisa menertawakan hal yang sangat tragis…

Sekarang lanjut ke pembahasan, apakah benar macet hanya masalahnya wong sugih??? Penulis akan membahas permasalahan ini dari dua sudut pandang aja…sudut pandang ekonomi dan sudut pandang ekologi (lingkungan)…Kenapa? Karena takutnya kalo kebanyakan disamping pembaca bosan penulis juga tidak mau dibilang orang yang sok ahli padahal bukan bidangnya…Hahaha!!! (Gotcha!!!)

Sudut pandang pertama: Ekonomi…
Tahukah anda bahwa Negara mengeluarkan subsidi melalui APBN, untuk bahan bakar yang begitu besar dimana subsidi itu notabene berasal dari uang rakyat??? Rakyat Indonesia, dimana mayoritasnya bukan ‘wong sugih’… Tahukah anda bahwa harga minyak dunia sekarang berkisar di angka 90USD per barrel yang otomatis itu akan menambah beban APBN untuk subsidi BBM tersebut??? Tapi apa yang terjadi…APBN yang triliunan (bayangkan ada 12 angka nol!!!) itu setiap hari dibakar percuma di jalanan Jakarta yang macet…APBN yang notabene duit rakyat dibakar tiap hari di jalanan dalam literan bahan bakar yang terbuang untuk macet…yang katanya hanya masalah ‘wong sugih’ itu…Hahaha!!! Begitu Naif, Satir, dan Pandir…
Cobalah kita berkhayal tidak ada macet atau minumal berkurang signifikan lah, apa yang bisa kita perbuat dengan APBN itu pasti jauh lebih bermakna (dgn catatan 0 (big zero!!!) corruption)… Kasihan sekali kita orang Indonesia bayar pajak untuk membantu APBN hanya untuk dibakar… Udah termasuk third world country, kerjaannya koq ya buang-buang bensin…wis jan pinter tenan! (Ahli nih yeeee… :-P) Hahaha!!!
Sisi ekonomi yang kedua…efek domino berupa ongkos produksi yang nantinya dibebankan kepada konsumen (Rakyat Indonesia)… Akibat macet, tidak hanya “mobil ber AC” saja yang terkena dampaknya…tetapi kendaraan-kendaraan niaga yang mengangkut faktor-faktor produksi akan terkena dampaknya pula…Dengan adanya macet maka semakin banyak bahan bakar yang terbuang percuma dimana bebannya tetap akan ditagihkan ke perusahaan sebagai ongkos produksi dan akan berujung pada kenaikan beban harga yang diterima konsumen Indonesia. Belum lagi faktor keterlambatan waktu yang akan menghambat semua kegiatan produksi berujung pangkal pada pemborosan, karena harus saling menunggu untuk memulai kegiatan produksi akibat adanya saling keterlambatan bahan baku…Dari sisi sumberdaya manusianya sendiri…apa yang bisa diharapkan dari kaum pekerja Jakarta??? Berangkat dari rumah jam 05.30 pagi untuk menghindari macet…padahal menempuh perjalanan macet juga selama minimum 2 jam dari jarak yang harusnya bisa di tempuh normal paling maksimal dapat ditempuh 20 menit saja…Pulang kantor jam 5-6an…Langsung kena macet…tambah 2 jam…bisa sampai rumah jam 8an paling untung…bercengkrama dengan keluarga maksimal 1 jam…lalu tidur untuk mempersiapkan diri membuang waktu di jalan pada esok harinya…Mereka sudah letih, lemah , dan lesu akibat staminanya dihajar macet terus2an, tanyakan gimana tingkat prduktifitas mereka? Tingkat stress mereka? Keseimbangan hidup mereka? …FYI: sekarang weekend pun Jakarta tetap macet. Apa iya pemerintah harus menyubsidi harga minuman suplemen dan jamu stamina, agar penduduk Jabodetabek tetep “seger”??? Hahaha!!! Ingat, ini tidak hanya pada ‘wong sugih’ saja…wong sugih sih nggak perlu datang kantor jam 8 ‘teng’…mereka sih bisa seenaknya…lha wong, sugih je…wis rak butuh duit…duite wis teko dhewe…Hahahaha!!! Tapi ini terjadi pada semua lapisan masyarakat yang menggunakan jalan Jakarta… Cukup segitu dulu deh pembahasan dari masalah ekonominya…takutnya kepanjangan ntar pada bosen lagi…Hehehe…

Sudut pandang kedua: Ekologi (Lingkungan)
Sudah banyak kali ya…media memberitakan betapa tipisnya cadangan minyak bumi saat ini… Ada media yang mengatakan maksimal dengan tingkat konsumsi saat ini kita hanya dapat bertahan menggunakan minyak bumi sebagai sumber energi utama hingga maksimal tahun 2050 (CMIIW). Belum lagi polusi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil tersebut…Berkaitan dengan kemacetan, berapa kiloliter BBM yang terbuang percuma akibat kemacetan. Harusnya bisa digunakan seefisien dan seefektif mungkin untuk kepentingan bersama seluruh bangsa, eladalah ini koq malah dibuang di jalan percuma… Barkaitan dengan ‘wong sugih’…apakah pernah terpikir apabila cadangan minyak bumi telah benar-benar habis… subtitusi apa yang hendak digunakan bangsa ini…ditengah penggalakan penggunaan biofuel yang ogah-ogahan? Pernahkah berfikir tidak kalo biofuel bisa jadi pisau bermata dua kalau dikelola serampangan, akan terjadi perebutan antara kebutuhan lahan untuk pangan dan lahan untuk biofuel (fakta: daratan Indonesia kurang dari 20% yang cukup produktif dari seluruh luas NKRI untuk dapat ditanami bahan pangan ataupun biofuel(CMIIW)). Gak mau dibilang kan Negara yang katanya agraris tapi kerjaannya impor sembako mulu…Solusinya apa iya nanti kita mau pake solar cell car (yang dengan sombongnya mengaku sebagai negara tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun…Hahaha!!!) nanti Cuma ‘wong sugih’ dong yang bisa make karena biaya investasi teknologi yang mahal…Abisnya kalau mau pake BBG (gas), buat kompor aja dah bikin kebakaran terus-terusan eh mau dipake untuk mobil yang notabene harus lebih secure lagi….Atau semua PLTD yang ada mau diganti Reaktor Nuklir, dimana mau bikin satu aja nggak jadi-jadi…bercermin dari saat ini aja deh…bangsa kita masih masih sangat sangat tergantung kepada minyak bumi (Tanya sama mayoritas ibu-ibu rumah tangga…Milih minyak tanah apa tabung gas kemasan 3 kg???) …mbok ya di digunakan secara arif dan bijaksana…kan semua juga diuntungkan kalo begitu…
Berkaitan dengan polusi…mungkin berbagai media juga telah mengungkapkan global warming akibat polusi hydrocarbon yang berlebihan… Dampaknya…tidak hanya ‘wong sugih’ yang kena dampaknya…’Wong sugih’ sih enak…ibaratnya kena batuk-batuk karena menghirup polusi macet di Jakarta, enak aja mereka tinggal ke Singapore berobat sambil shopping sana-sini beres deh penyakitnya…nah kalo ‘wong cilik’? mau batuk-batuk sampai pneumonia berdarah-darah mereka juga bingung harus berobat kemana akhirnya memilih hidup berkalang tanah daripada hidup bertemu polusi alias, Mati!…Heran, bener heran saya masalah macet koq hanya dilihat dari skala ‘kacamata kuda’ seperti itu saja…sempit, picik dan sangat tidak professional…dari orang yang mengaku ‘Ahli’..Hahaha!!!
Masih banyak dampak ekologi yang bisa dibahas…akan tetapi seperti yang sudah-sudah…memang kemampuan saya membahas hanya segini dulu saya tahu kemampuan saya (Belom jadi ahli apa-apa!!! Hahaha!!!), saya juga tidak ingin pembaca bosan dengan blog saya…

Selanjutnya tanyakan kepada hati nurani…tanyakan kepada diri sendiri…apa yang harus dilakukan…
Bagi warga Jakarta pada umumnya dan para pemilih ‘sang ahli’ pada khususnya…tanyakan pada diri anda…benarkah ini pimpinan pilihan anda??? (Alhamdulillah saya nggak ikut-ikutan milih…lha wong bukan domisili DKI Jakarta…Hahaha!!! :-P) apesnya kena dampaknya juga :-( Blog ini terbuka seluas-luasnya untuk kolom diskusi melalui komentar…
Lebih kurangnya saya mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan…Penulis juga tidak terlepas dari kesalahan… :-)
Majulah Bangsaku Nusantara Tercinta!

Keajaiban atau Berkah di Bulan Ramadhan??? Silahkan anda tentukan sendiri…

October 23rd, 2006 by pencerahanjiwa

Hari Kamis tanggal 19 November 2006 merupakan hari yang bersejarah buat gw, cell phone gw, dan nomer hp bersejarah itu…
Alkisah pada suatu hari di pagi yang dingin di kota Bournemouth tercinta ini…saya seperti biasa…bersepeda di pagi hari untuk menuntut ilmu…udah pake ngebut bin sleding2 "secara" licin jalannya karena malem abis ujan …
Ketika sampai di tempat…Haduh mak!!! Hp ku di pinggang kiri mana???…Biasa otak ini dah panik & gak mampu nginget lagi…itu hp dibawa apa kagak…asumsi gw yg pertama sih hayah paling biasa lupa ketinggalan dirumah sambil mencoba membesarkan hati…asumsi kedua jatuh di jalan karena belt clipnya lepas…tapi gw berusaha membuang jauh2 asumsi kedua gw ini…
Hal yg pertama dilakukan begitu sampe di kelas adalah…Telp ke Abra dengan hp cadangan…heh…lah koq gak diangkat??? mungkin dah ke kampus kali…coba di SMS aja siapa tau nanti kl ngecek HP dia mbaca…
Kelas dimulai…pikiran masih kalut…coba telp ke HP yg jatuh masuk mailbox…harusnya kalo di rumah ada nada sambungnya doong…makin ruwet ni pikiran…nek ilang piye jal?!? Nomer2 contacts yang dari jaman SMA dikumpulin…belum lagi tanggung jawab sama Mami masalah HP…wah modaaarrr kiiii…
Gak lama kelas dimulai SMS dari Abra masuk…"Udah tak cek, HP mu gak ada, coba kamu susurin lagi jalan kamu tadi ke college…" bajigur…beneran ilang neh kayaknya….OK sekarang tambah kalut pilih ikut lecture apa nyari tuh HP…akhirnya setengah pasrah dan ikhlas ya udah deh kalo emang ilang ya udah…bukan rejeki kali, yg penting sekarang…belajar!!! Meski dengan pikiran kalut dan muka kusut berakhirlah jam pelajaran pertama…
Ada istirahat 1/2 jam…langsung tancap pedal susurin lagi jalan waktu berangkat…disusurin sampe depan rumah koq gak ada…Makin pasrah deh…"udahlah hilang semuanya…" mungkin emang kurang beruntung & ceroboh aja gw pagi itu…
Jam pelajaran terkahir…Abra SMS gw lagi…"..Yo tadi ada yg telpon HP ku pake nomermu yg ilang itu tp gak tak angkat krn aku msh di kelas, giliran mau tak telpon balik dah mati hpnya.." yah beneran deh dah jatuh ke tangan orang lain…jangan2 cuma kepencet doang karena nomer Abra masuk speed dial no 1…dimatiin lagi hpnya karena dia takut ketauan…yah makin sepet deh hati gw…tdnya masih positif ada harapan sapa tau masih di rumah ato jatoh tp gak neliat td pas nyari krn buru2…hmmh…
Pulang ke rumah muka sepet hati kalut…ya udah…main game!!! coba lupakan hari sial itu dengan bermain game…
Sehabis buka…lagi enak2 buka2 internet "secara" dah mulai lupa dan pasrah dengan kejadian di pagi yang sial itu…ada telepon masuk ke hp Abra…dari nomer gw!!! (padahal gw yakin bgt ni nomer gak ada pulsanya)…gw angkat…yang ngomong cewek…begitu gw bilang dia megang hp gw langsung ditutup…mungkin dia bingung juga kali krn di hp gw ada thumbnail photonya abra kalo nelpon, tapi ini koq yang ngangkat cowok…mungkin gak percaya kali kalo gw yang punya tuh hp…
Gak lama kemudian…tuh cewek nelpon lagi…gw minta tolong aja Abra yg ngangkat…setelah dijelasin bahwa itu hp gw dan bisa gak dia kembaliin…dan jawaban yg mengejutkan…BISA!!!..dia bilang tinggal deket rumah…langsung tanpa babibu…meskipun ujan angin…cabut!!! Ke atm, "secara" sorenya gw ngirim sms ke hp itu "…barang siapa memegang hp ini mohon dikembalikan…please…ada reward buat yg mengembalikannya…" abis di atm langsung cabut ke tempat rendezvous…
Ketemu tempat janjiannya gw telpon orangnya…dia bilang ok gw keluar sekarang…ow ternyata tempat rendezvous itu bukan rumahnya dia..masih curiga rupanya nih orang sama gw…setelah sekitar 5 menit nunggu ditambah kebasahan ujan angin sialan khas bournemouth…akhirnya dateng wanita muda berperawakan tambun…dia bilang..’ hi, nih aku balikin hp mu.." gw tanya " ketemu dimana ini hp??? miss, jeng, mbak???" dia bilang " ketemu di jalan biasa ge ke kampus ato college. Terakhir pas gw nawarin reward dia bilang…"Tidak Usah!"…gw takjub banget masih ada orang kayak bgt di jaman sekarang…kalo di tempat asal dah ilang gak jelas kali tuh hp ato malah udah ketemu tapi di ITC roxymas.
Hari itu bener2 hari yang bersejarah buat gw…banyak hal positif yang bisa dipetik…yang paling penting adalah…ternyata masih ada orang yang baik dan ikhlas menolak rejeki yang bukan haknya…dan sekali lagi…gw makin percaya…berbuat baik itu sebenarnya mudah, dimulai dari hal yang simple…tapi niat dan keikhlasan untuk berbuat baik itulah yang susah…
Hal penting yang bisa dipelajari lagi adalah…mensyukuri rejeki…kita gak akan pernah sadar dan cukup kalo kita mampunyai rejeki sampai rejeki itu diambil dari diri kita…bersyukurlah dengan apa yang ada di dirimu…karena semua itu merupakan rejeki baik banyak ataupun sedikit adanya…(Semoga penulis lebih menghargai rejeki lagi, gak semena2 dengan rejeki yang didapat karena untuk mendapatkannya dibutuhkan usaha dan ijin oleh-Nya) Terimaksih saya telah dikasih pelajaran yang berharga di bulan ramadhan ini.
Akhirul kata, Taqobalallohu minna wa minkum. Minal aidzin wal faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin buat pembaca sekalian. Happy Ied Mubarak 1427 H. Mohon maaf kalo selama penulisan blog ini dan blog2 sebelumnya ada yang menyinggung perasaan…Karena kembali lagi, penulis juga cuma manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
PS: buat mbak2 yang nemuin hp gw semoga mendapat balasan yang setimpal atas kebaikannya…

Me and My Big Mouth Phenomena…

October 15th, 2006 by pencerahanjiwa

Fenomena Aku dan Mulut Besarku begitu subtitle nya…
Pernah kah anda merasakan dimana semua yang anda katakan semua yang anda tolak anda sangkal berbalik semua kepada diri anda???
Saya rasa hampir semua orang pernah mengalami semua itu…Itulah yang dinamakan fenomena aku dan mulut besarku…
Kadang kita ngerasa waduh…wah piye iki…ko mbalik neng aku kabeh…modar…sebel…kesel..yah tapi mau gimana lagi…
Terkadang semakin jatah umur ini kita berkurang malah semakin sering kita mengalami fenomena ini yang dulu bilang nggak sekarang mau, yang dulu nyela-nyela sekarang kena batunya, yang dulu pantang (sok suci) sekarang sibuk menyucikan diri…Yah mau gimana lagi…bukannya prinsip siapa menebar angin dia menuai badai masih berlaku selama roda kehidupan ini berputar…
Fenomena ini bila dilihat dari sudut pandang yang positif akan menjadikan kita lebih mawas diri lebih bijak memandang suatu permasalahan atau menilai orang lain…Karena…Kita akan berpikir "what if???"…"gimana kalo gw yang dalam posisi itu…"  ato " gimana sih sebenernya permasalahannya…" ato " gimana sih rasanya…"  dalam artian kita harus bisa berpikir  out of the box…jangan hanya berpikir secara ego sentris dimana hanya diri sendiri yang dijadikan patokan…Ketika kita terjebak situasi atau kondisi yang sama dengan orang itu maka yang terjadi adalah…Mampus lo…kalo kata orang betawi makan tuh pencarian!!! Sama kan tindakan yang lo ambil sama dengan gw…
Sebenernya fenomena ini gak hanya berhubungan dengan bagaimana kita melihat orang lain aja sih…Banyak hal-hal lain yang bisa dijadikan patokan…misalnya…belagu…"Ah masa gitu aja lo gak bisa!?! Cemen!!!" Ketika tanggung jawab itu dilimpahkan pada kita maka…" Oh Shit! Me and My Big Mouth!!!" Sekali lagi kata orang betawi…Makan tuh pencarian!!!
Nyela juga bisa…Kalo ini mah udah gak usah disebutkan lagi deh contohnya…udah banyak kejadian…Menebar Badai Menuai Hurricane…
Yah sudahlah…akhirnya kedewasaan dan kemajuan pola berpikir juga yang membuat kita berpikir dua kali tiga kali sebelum menjustifikasi suatu permasalahan atau orang…kata-kata bijak terakhir…"Pikirkanlah apa yang Kau katakan JANGAN Katakan apa yang Kau pikirkan" Semoga ini dapat menjadi sebuah referensi sebagai bahan telaah bagi pendewasaan diri penulis dan pembaca sekalian…Amin…

Dua Dekade Lampau…Orde Baru…

October 15th, 2006 by pencerahanjiwa

Hari Senen minggu kemaren benar-benar menjadi hari yang bersejarah bagi para penggemar aliran musik 80an New Wave di kota Bournemouth tercinta ini. Setelah 18 tahun yang lalu mereka terakhir konser di kota kecil ini kali ini mereka kembali lagi untuk menyegarkan dahaga para penggemarnya…
Berikut ini kronologis berdasarkan pengamatan saya sebagai penonton konser tentunya…Wooohoooo!!!! Kapan lagi nonton New Order boss…Senangnya!!!!
Setelah berbuka secukupnya dengan susu coklat dingin dan KFC gw sama Abra berangkat jam 19.30an untuk menonton konser di  BIC (Bournemouth International Centre) setelah membeli tiket beberapa minggu sebelumnya takut kebisan…Damned!!! lupa nunjukin student card pas beli tiket jadi total tiket berdua sama booking fee menggila harganya…71 pon!!! Anjrit!!! Tapi demi New Order I sell my soul lah!!! Ternyata eh ternyata begitu sampe sana dah ditunggu sama anak2 Indonesia yang lain (DJ Donnie, Tito, & Fina) dan ternyata eh ternyata lagi sepi banget penonton yang di lobbynya gak kayak yang dibayangin gak kayak waktu nonton Mamang Paul Van Dyk yang menggila ramenya pula itu… Begitu masuk lobby ni mata langsung ngeliat counter jualan t-shirt New Order genuine pastinya langsung deh selidik menyelidik setelah tau harga dan desain yang disepakati langsung sikat bleh!!! Kaos dengan desain album pertama mereka Movement. Secara konser band pembukannya dah mulai dari jam 19.30 and kita nyampe jam 19.50an jadilah kita langsung masuk ke hallnya untuk menontonnya…Asli sumpah sepi banget orang mudanya bisa diitung pake jari kali sisanya orang muda di jaman taun 80an yang sekarang udah beranak pinak gak jelas juntrungannya…Ya sudlah diterima saja anggep aja ini private concert gw…Band pembuka pas gw masuk ke hall kalo gak salah Nemo namanya alirannya art rock rada2 gak jelas gt…jadi gak sabar…kapan neh New Ordernya…soalnya dah gak sabar pengen denger rintihan synthetiser and dentuman drum 80s (dis tak dis tak dis tak…). Setalah sekian waktu menunggu akhirnya jam 9 teng! manggunglah itu New Order; Bernard Sumner (Voc, Guitars, Synthe), Peter Hook (Bass, Electro Drum), Stephen Morris (Drums, Synthe), and Phil Cunningham(Guitars, Synthe). Lagu pertama yang dibawain kalo gak salah Jetstream, aksi panggung cukup ok dan mereka cukup bisa membaca arah crowdnya mau kemana…ditengah2 konser mereka memulai disco 80’s time setelah lagu Regret kalo gak salah dimulai dari Bizzare Love Triangle, Blue Monday, dkk. Kejadian yang membuat amaze juga adalah sang vokalis moshing!!! Mengingat umur yang sudah cukup uzur ni orang masih berani2nya moshing!!! Gila apa!!! Gw aja takut patah pinggang…Trus setelah penonton dan sang vokalis cukup capek akhirnya teralunlah lagu Love Will Tears us Apart yang sejatinya dibawakan oleh Joy Division band post punk yang jadi asal muasalnya alias embrio si New Order ini…
Setelah kurang lebih 12 lagu dibawakan tepat pada pukul 10.45 konser bubar…dan lucunya adalah gw mengorek2 lantai demi untuk mendapatkan sekeping pick yang dibuang sang vokalis ketika dia berganti2 gitar. Dapat!!! langsung masuk dompet deh ditaro di tempat foto…Najis bin Najonk alias Norak bgt!!! Keluar dengan desek2an ditambah rada budeg biasa abis konser…tetep mata gak tahan liat counter kaos lagi akhirnya tetep gak bisa lepas juga terbelilah kaos dengan tulisan Love Will Tears Us Apart…Abis itu diajak Donni deh…After Party yuk di landmarc??? Jawaban yang cukup stereotip tapi kena…Puasa bosss gak baik bermabuk-mabukan dibulan suci ini…besok sekolah pagi pula….aiihhhh…
Foto2 bisa diliat di album foto blog ini ok…Catatan khusus buat foto itu adalah gw sangat amaze dengan sang vokalis ketika dia memainkan pianikanya…Anjrit!!! Gw kira anak sekolah katolik doang yang bisa…secara dulu jaman SD cuma itu doang yg gw bisa….dan memang pianika dan 80’s cocok berat serasi seiring sejalan…
PS: Buat Fadly kalo baca blog ini…Sesungguhnya kamu dalam keadaan merugi apabila dalam hidupmu tidak menyempatkan menonton mereka live secara musik band lo (Robocross) banyak mengambil sound sample dari mereka.
Mohon maaf buat yang punya sakit mata warna font blog ini disesuaikan dengan album pertama New Order Fact. Movement 1981 (Kalo masih sakit ya berarti blog ini bukan untuk anda mohon kembali apabila mata anda udah disesuaikan dengan setelan 80’s)

Kebumen ku sayang Kebumen ku malang…

July 18th, 2006 by pencerahanjiwa

Kebumen oh
Kebumen…

 

Kabupaten
Kebumen adalah

kota

kecil di selatan pantai jawa
berjarak sekitar 120 km arah barat

Yogyakarta

.

Kebumen
Beriman…begitu semboyan

kota

itu…Bersih Indah Aman dan Nyaman…

Tapi apa yang
terjadi…Pada hari Senin 17-07-2006 alam sekali lagi murka terhadap umat
manusia…Tsunami telah meluluhlantakkan pantai Ayah, Lohgending, dan
Petanahan…Begitu banyak manusia yang jadi korban akan kemurkaanmu…Sehingga
slogan Kebumen Beriman menjadi hilang tak berbekas tanpa makna…Kenapa? Kenapa
terhadap Kebumenku yang begitu aku cintai…dimana banyak kenangan indah yang
tercipta di

kota

itu ketika aku berada disana…Masyarakat yang begitu guyub dengan semangat
kebersamaan dan gotong royongnya…Yang rela hidup dalam kesederhanaan..

Kebumen tempat
kami berasal dan pada Kebumenlah kami kembali ketika harus bersilaturahmi
dengan keluarga di saat lebaran…Pada Kebumen pula kami bersandar atas
harapan-harapan dan usaha kami demi terciptanya citra Kebumen yang maju tidak
hanya terkenal sebagai penghasil PRT belaka…

Tidak hanya gaya
tata bahasa yang banyak orang anggap itu sebagai lelucon belaka…Pelawak-pelawak
sial yang selalu membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu dari gaya bahasa banyumasan
atau yang lebih dikenal dengan “ngapak-ngapak” tersebut…Sehingga keberadaannya
semakin tergerus oleh kemajuan zaman…Karena generasi muda enggan lagi untuk
menggunakannya…”Malu ah…Ntar disangka mau ngelawak lagi”…Begitu picik
pandanganmu atas keberagaman budaya bangsa…

Kebumen kau
berada di himpitan kemajuan jaman yang terus menghimpitmu…Kau menjadi kurang
berdaya karena keterbatasan kemampuan sumber daya mu..sumber daya alam begitu
habis dieksploitasi

sana

sini oleh para oknum tidak bertanggung jawab …belum lagi sumberdaya manusia
yang terbatas dari sisi kualitas dan moral sehingga kau begitu terlambat untuk
tumbuh dan berkembang…Tumbuh dan berkembang untuk menjadi Kebumen yang Maju
Kebumen yang Jaya…

Sekarang…roda
kehidupan itu hampir kembali di titik nol ketika alam juga ikut membantu
kemunduran dirimu…Hanya Doa, Usaha, dan Harapan yang dapat membuatmu bangkit
untuk menyongsong hari esok yang lebih baik dengan gilang gemilang…

Kebumen
bangkitlah dari keterpurukanmu…

 

PS:
Mengheningkan cipta dimulai…untuk mendoakan para korban semoga mereka tetap
tabah akan cobaan ini dan yang meninggal dapat diterima di sisi-Nya. Amin

 

Ketulusan…

July 18th, 2006 by pencerahanjiwa

Manusia
terkadang berada dalam situasi yang tidak kondusif dalam hidupnya…Sebagai
mahluk sosial kadang kita harus berkompromi dengan manusia lain dalam hidup
ini. Pada fase kompromi itulah kadang kita susah untuk membuat apa yang kita
lakukan menjadi benar dan sesuai di mata orang lain…Sesuai dengan apa yang
berlaku secara umum dan naïf dalam norma-norma kehidupan sosial masyarakat…

Terkadang kita
terbentur dengan situasi dimana apa yang kita lakukan dianggap salah dianggap
tidak tulus oleh orang lain…dianggap bahwa semua yang kita lakukan mengandung
unsur dagang…untung rugi menjadi pertimbangan dalam dunia yang materialistik
ini…Orang terkadang melihat bahwa apabila kita berbuat baik kita harus mendapat
hasil yang baik, bahkan lebih baik lagi daripada perbuatan yang telah kita
perbuat…

Apakah paradigma
ketulusan sudah begitu tinggi untuk digapai? Sehingga setiap orang menganggap
semua tindakan tidak ada yang tulus? Mungkin mereka menganggap ketulusan
terakhir terjadi pada masa lampau masa dimana umur peradaban manusia masih
sangat muda dan polos…

Sebagai prinsip
dari ketulusan itu sendiri dimana kita tidak berharap imbalan dari apa yang
kita perbuat…maka seharusnya sikap nerimo, legowo, dan pasrah sudah menjadi
bagian dari usaha yang kita lakukan…Tanpa berharap mendapat suatu imbalan dari
usaha maksimal yang kita perbuat sudah menjadi suatu keharusan…Usaha sekeras
apapun untuk membuktikan bahwa kita tulus tidak akan pernah dianggap oleh
manusia yang sudah terlanjur teracuni oleh dogma materialistik dunia ini…Mereka
akan terus mencari kesalahan mencoba mencari motivasi negatif apa yang terdapat
dalam tindakan kita itu…

Pembuktian..bukan
janji semata yang harus kita berikan. Dengan adanya pembuktian maka setidaknya
orang dapat melihat sejauh dan sesungguh apa kita dalam melakukan perbuatan
itu. Harapan…bahwa harapan itu harus tetap ada berharap bahwa ada orang yang
mampu melihat dari sudut pandang yang sama dengan kita…meskipun itu
sulit…setidaknya kita telah berharap…Kalaupun harapan itu tidak terwujud kita
kembalikan bahwa apa yang kita lakukan itu berasal dari lubuk hati kita yang
paling dalam, yang melakukan semua itu dengan tulus ikhlas…tanpa beban…

Ketidakpastian…

July 9th, 2006 by pencerahanjiwa

Ketidakpastian…Mengapa
di dunia ini semua begitu relatif , sangat jarang hal didunia ini yang bersifat
pasti, sampai ilmu pengetahuan pun yang dibilang ilmu pasti saya yakin semuanya
itu relatif karena masih terus berkembang sesuai kemajuan manusia dan peradaban
itu sendiri…

Ada


orang yang senang dengan ketidakpastian…penjudi, petaruh, dan spekulan semua
adalah orang-orang yang merasa adrenalinnya terpancing akan ketidakpastian dan
mencoba untuk mengambil keuntungan dan kesempatan dari ketidakpastian itu…

Kenapa
ketidakpastian begitu menarik? Apakah karena ketidakpastian itu seru…Atau…dengan
adanya ketidakpastian semuanya menjadi rancu tidak bisa dipetakan sehingga
orang akan merasa mudah untuk bermanuver dalam hidupnya dalam ombang-ambing
ketidakpastian itu?  Apakah orang akan
merasa aman dengan ada ketidakpastian, menganggap tidak ada yang dikejar dalam
hidup, gampang untuk melarikan diri dari tanggung jawab, dan cenderung untuk
lebih mudah meminta maaf?

‘Ah gak janji
deh sobbb, tapi pasti gw coba bantu deh…” sehingga orang diberi harapan dalam
dunia yang tidak terukur..dunia yang tidak pernah punya kepastian…

Apakah susah
memberi kepastian dalam dunia ini? Apakah orang takut untuk memberi janji, atau
nilai janji sudah terlalu dianggap suci dan menakutkan sehingga orang menjadi
takut dan gamang untuk menggunakannya…

Dunia ini memang
tidak pasti…Tapi itu yang membuat dunia ini menjadi menarik bukan??? Penuh
dengan letupan-letupan kejutan yang membuat hidup itu makin bermakna sehingga
kita lebih mengahargai hidup…kadang kita senang oleh kejutan kadang kita dibuat
sedih oleh kejutan. Dan itulah hidup….penuh ketidakpastian…penuh kejutan…Semua
apabila pasti, sudah terukur, terlalu rapi terjadwal akan sangat terasa membosankan…tidak
ada tantangan dalam kehidupan ini…padahal manusia butuh tantangan untuk berusaha
memacu potensi dirinya sampe ke titik nadir…

Selamat menantikan kejutan kawan dalam hidup
yang penuh ketidakpastian ini…semua yang terbaik saya harapkan untuk anda semua…Semoga
anda mendapatkan kejutan yang baik dalam ketidakpastian itu…

Menunggu…

July 9th, 2006 by pencerahanjiwa

Menunggu…Kenapa
harus ada kata menunggu di setiap aspek kehidupan? Apakah dengan menunggu semua
bisa dipersiapkan dengan baik? Sehingga setelah penantian itu berakhir kita
akan mendaat hasil yang sesuai kita inginkan? Atau malah kecewa yang teramat
sangat? Sudah terlalu letih untuk meninggu tetapi hasil yang diharapkan terlalu
standard…Atau malah jauh dari harapan…Mengecewakan…

Menunggu sih enak
saja kalau yang kita tunggu memang sudah pasti hak kita…sesuai dengan yang kita
inginkan…dan waktu dari kedatangannya begitu tepat…Sehingga kita tidak harus
menunggu, menunggu dan menunggu terus sepanjang waktu…

Apakah hidup di
dunia itu juga misi terbesarnya adalah menunggu? Kita dilahirkan untuk berktivitas,
berkarir, dan kegiatan lain manusia hanya sebagai pengisi waktu luang saja
dalam kehidupan yang fana ini? Sehingga dunia hanyalah sebagai halte yang besar
yang lengkap dengan tempat bermain bagi manusia untuk berpndah ke alam selanjutnya…Atau
di alam selanjutnya hanya merupakan halte lagi? Sebagai siklus penantian yang
tiada akhir…Tiada yang tau…

Tidak ada
manusia yang tidak pernah menunggu…Semua pernah dalam situasi menunggu baik
menunggu dengan kepastian ataupun menunggu dengan ketidakpastian…Yah, untuk
menunggu dangan ketidakpastian memang menyebalkan, kadang kita juga terbutakan
oleh harapan-harapan semu yang membuat akan semakin kecewa apabila
harapan-harapan itu tidak terbukti…Maka dari itu pergunakan waktu menunggu anda
sebaik mungkin, selalu sibukan diri anda dengan aktivitas apapun juga yang
dapat mengembangkan diri anda, sehingga ada dimensi waktu yang termanipulasi
akibat kesibukan kita itu dan jangan pernah berhenti berharap bahwa penantian
anda dalam menunggu itu akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi anda…tentunya
dengan usaha yang anda hasilkan pula dalam menunggu…

Selamat menunggu
kawan…

Rapuh dan Jujur…

July 5th, 2006 by pencerahanjiwa

Rapuh…Bak! Buk! Bak! Buk!…rasanya kayak
digebukin…tapi apakah itu salah…bahwa setiap manusia punya sisi melankolis tentang
kerinduan yang terkadang secara jujur muncul dikala kesendirian menerpa
seseorang…

Dimana orang itu sekarang menyadari bahwa
yang namanya being lonely itu sangat tidak mengenakkan. Dimana sebuah
kebersamaan yang telah terjalin selama ini, setiap detik demi detik jam demi
jam hari demi hari selalu dihabiskan bersama…Tetapi untuk sementara hal itu
tercerabut semua ke akar-akarnya…Apakah itu membuat orang menjadi rapuh???

Saya rasa tidak…bukan rapuh yang terjadi di
sini…tetapi tahap adaptasi dan tahap kejujuran pada diri sendiri…bahwa manusia
itu paling tidak suka berada dalam kesendirian yang hampa. Dikala suka duka
dibagi bersama setiap waktu…Sekarang semuanya terasa egois…Sekarang semua
begitu terbuka…begitu jujur terhadap diri sendiri…

 

Soundtrack: Dygta,

Ada

Band, Dewa, & Kahitna

Comments: “Rapuh enteee???”

Another Comments: “Bangsat! Peduli Setan…Just be
My Self…”

Petuah Bijak

July 4th, 2006 by pencerahanjiwa

Sebuah lagu dari Dewa 19 yang masih digawangi oleh vokalis Ari Lasso di Album Pandawa Lima…Mengandung nasihat yang sangat baik buat kita sebagai manusia untuk selalu menjadi yg terbaik meskipun itu sulit…Lirik ini kupersembahkan buat semua orang yang ada diluar sana…saudara, sahabat, teman dan lain2…dinikmati ya…

Sahabat kucoba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satupun yang berarti

Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu

Reff :
Hari ini terlalu indah
Untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya
Sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa - sisa umur

Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Back to Reff :

Terangkan hari Tegakkan langkahmu
Sinari cita, Tancapkan asa,
Lepaskan diri Dari belenggu ini